Sabtu, 22 November 2014

Hal Penting Dalam Pendidikan Anak

Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Hal penting untuk mendapatkan pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian.Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat.

Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? 
 
Berikut ini beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah.

Dukungan Orang Tua
Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak Anda.

Kerjasama dengan Guru
Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting bagaimana mendidik anak Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah.

Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah. 
 
Sediakan waktu untuk anak
Selalu sediakan waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal yang mulai menawari rokok dan narkoba. Anda bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika Anda menyediakan waktu bagi anak-anak Anda.

Awasi kegiatan belajar di rumah
Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak-anak Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak Anda.

Ajari tanggung jawab
Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak Anda pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak Anda karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak Anda rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.

Disiplin
Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika Anda selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika Anda terlalu memanjakan anak Anda seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dan masalah lainnya.

Kesehatan
Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food, karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.

Jadi teman terbaik
Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan. Sebagai orang tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas bagaimana pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.
 

Selasa, 16 September 2014

Cara Memahami Anak Dengan Mengetahui Apa Yang Mereka Suka

Menemukan apa yang  anak-anak Anda sukai adalah dasar dari memahami mereka. Saat kita berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang siapa anak-anak kita dan apa yang membuat mereka tergerak, kita dibekali dengan pengetahuan yang menciptakan dasar yang kuat. Saya ingin berbagi beberapa cara terbaik untuk melakukannya.

Mendukung keputusan mereka sebaik mungkin

Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung anak-anak kita. Kadang-kadang kita ingin anak kita menyukai apa yang kita sukai. Anak Anda menyukai apa yang mereka sukai dan kita harus mendukung mereka. Ini hanya sebuah contoh, tapi saya telah bertemu banyak orang yang mengejar karir tertentu karena orang tua mereka menginginkannya. Sekarang mereka bekerja sesuai dengan keinginan orangtua mereka tapi mereka membenci pekerjaan tersebut. Hidup mereka sengsara sekali karena mereka merasa seolah-olah mereka harus menyenangkan orang tua mereka dalam hal itu. Biarkan anak-anak Anda menyukai apa yang mereka sukai.

Beberapa orang tua mengintimidasi anak-anak mereka untuk melakukan apa yang orang tua inginkan. Saya tahu orang-orang yang memiliki anak-anak yang menyukai olahraga dan benci musik. Orang tua melarang anak untuk bermain olahraga, tetapi memaksa anak untuk bermain musik. Jika Anda ingin menjadi efektif sebagai orangtua, Anda harus baik-baik saja dengan membiarkan anak Anda untuk mengejar hal-hal yang paling mereka inginkan.

Berbagi pengalaman sebanyak mungkin

Anak Anda akan merasa senang dengan partisipasi Anda dalam kegiatan mereka . Bila Anda tahu anak Anda suka hal tertentu, buatlah sebuah momen untuk melakukan hal-hal tertentu dengan mereka. Anda sudah menyediakan waktu dan mereka akan berterima kasih karena mereka dapat berbagi pengalaman dengan Anda. Berbagi pengalaman dengan anak-anak Anda membuka komunikasi, pemahaman dan kepercayaan yang lebih baik dalam hubungan orangtua dan anak Anda. 

Bersedia untuk mempelajari lebih lanjut

Saya akan jujur. Saya suka basket, tapi saya tidak terlalu bisa bermain basket. Saya melihat tim Bulls setiap pertandingan basket ketika Michael Jordan bermain. Saya menyukai permainan playoff dari tim yang saya suka. Tapi selain itu, saya bukan penggemar basket fanatik. Namun, saya telah membeli dan membaca beberapa buku untuk anak-anak tentang basket karena itu permainaan kesenangan anak saya.  Kami sekarang dapat melakukan percakapan tentang basket. Jika anak Anda sangat tertarik dengan mata pelajarantertentu sedangkan Anda tidak mengetahui atau tidak tertarik, maka pelajarilah lebih lanjut tentang topik itu sehingga Anda dan anak Anda dapat berbagi kesamaan ketika Anda berbicara kepada mereka.

Kamis, 26 Juni 2014

Cara Mengaktifkan Otak Kiri Dan Otak Kanan



Otak memiliki dua sisi, masing-masing sisi bertanggung jawab untuk kegiatan khusus yang di lakukan manusia. Otak kanan adalah sisi kreatif dari otak, sementara sebelah kiri adalah sisi logis dari otak. Penting untuk dapat mengaktifkan otak kanan untuk melakukan pekerjaan kreatif. Berikut cara untuk mengaktifkan otak kiri dan otak kanan:
Meditasi
Meditasi adalah praktek yang dapat mengaktifkan otak kanan, selain itu meditasi membantu mengembangkan intuisi, menjaga diri tenang tapi pada saat yang sama mengembangkan kemampuan untuk waspada ketika bahaya datang. Ada banyak panduan di internet tentang bagaimana cara melakukan meditasi. Meditasi mengharuskan kita untuk duduk diam tanpa bergerak dan mencoba untuk mengosongkan pikiran kita. Meditasi telah dipraktekkan selama berabad-abad. Meditasi sebagai salah satu kegiatan yang paling mendalam untuk mengaktifkan spiritualitas kita yang sebagian besar diatur oleh otak kanan.
Seni
Masukan selembar kertas dengan cara yang biasa anak gunakan lalu coba masukan lagi dengan arah yang berbeda, misal dari kanan ke kiri atau sebaliknya, dari atas ke bawah atau sebaliknya. Belajar menggambar dan melukis adalah salah satu cara terbaik untuk mengaktifkan sisi kanan otak anak. Untuk pemula yang baru saja mulai untuk mengaktifkan otak kanan, cobalah untuk menyalin gambar sederhana, menggambar gambar seperti yang kita lihat tetapi digambar secara terbalik. Hanya mencoret-coret juga meningkatkan kreativitas anak.
Untuk meningkatkan kekuatan observasi anak, cobalah untuk melihat keadaan di luar rumah atau tempat umum selama satu menit, lalu cobalah untuk mengingat dan menuliskan semua hal yang telah di lihat oleh anak. Hal ini untuk meningkatkan kekuatan observasi anak, dengan praktek anak dapat mengembangkan memori fotografi.
Cobalah untuk mulai belajar musik, belajar memainkan alat musik, dan saat bermain instrumen mencoba untuk menyanyi. Mencoba berbagai bentuk seni, sambil bersenandung lagu cobalah untuk membuat lirik lagu. Cobalah menulis puisi, sajak atau bermain dengan kata-kata.
Gunakan bukan tangan dominan anak
Sambil melakukan kegiatan yang berbeda cobalah untuk menggunakan tangan yang bukan tangan dominan anak . Jika anak biasanya mengunakan tangan kanan sekarang coba untuk melakukan aktivitas dengan tangan kiri. cobalah menulis dengan tangan kiri, itu adalah salah satu cara yang sangat populer untuk mengaktifkan sisi kanan otak anak. Juggling dapat membantu anak mendapatkan koordinasi antara tangan dan mata, coba juggling dengan benda sehari-hari, ini membantu kedua sisi otak untuk bekerja sama lebih baik.
Memecahkan teka-teki
Memecahkan teka-teki secara teratur dapat mengaktifkan sisi kiri otak anak, berulang kali berlatih untuk memecahkan teka-teki seperti sudoku, teka-teki silang atau bahkan bermain catur mempertajam otak kiri, hal ini dapat membantu Anak lebih fokus saat bekerja nanti.
Otak kiri dapat membantu orang menjadi sistematis tentang pekerjaan mereka, biasanya mereka yang memiliki otak kiri dominan terorganisir, mereka harus mengerjakan pekerjaan yang sudah di rencanakan. Otak kiri yang berkembang dengan baik dapat membantu belajar bahasa dengan mudah.

Kamis, 19 Juni 2014

Mengajari Anak Mengenal Alam Melalui Berkebun



Banyak sekolah pendidikan anak usia diniyang yang mengajari anak-anak untuk bekerja dan bermain di kebun untuk mengenal alam. Anak-anak berpartisipasi dalam penanaman pohon, memetik gulma, penyiraman tanaman, dan belajar berbagai teknik pengomposan. Anak-anak belajar tentang alam saat berinteraksi dan bekerja di kebun.
Tujuan dari kegiatan berkebun untuk sekolah PAUD adalah untuk menginspirasi anak-anak mengembangkan hubungan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya. Bekerja di kebun akan mengembangkan pikiran dan tubuh mereka melalui aktivitas fisik, berkebun akan mengekspos mereka untuk melihat keajaiban alam, dan akan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bermain kreatif dan spontan.
Berkebun mendorong pengembangan kebiasaan dan sikap mencintai lingkungan seumur hidup yang dapat menyebabkan menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dengan menghabiskan waktu di taman, anak-anak akan mendapatkan pengalaman untuk belajar tentang dari mana makanan berasal dan belajar tentang siklus alam. Berkebun mendorong anak-anak untuk berhubungan dengan diri mereka sendiri dan lingkungan alam. Kegiatan berkebun memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman penuh dengan dunia di sekitar mereka, serta belajar tentang bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang dapat mempengaruhi mereka dan masa depan mereka.
Membangun taman merupakan cara yang ideal untuk anak-anak terlibat secara aktif  menanam sayuran dan bunga milik mereka sendiri. Diskusi tentang pentingnya konservasi air merupakan bagian alami dari proses ini. Hal ini penting bagi anak untuk belajar hal-hal tersebut dari muda sehingga mereka dapat menggunakan keterampilan ini saat mereka tumbuh dewasa. Anak-anak ini bisa menciptakan sesuatu dari nol dan belajar bagaimana rasanya membuat sesuatu untuk diri sendiri. Dan itu sangat menyenangkan ketika Anda dapat makan atau berbagi dengan orang lain.
Kegiatan pengomposan memungkinkan anak-anak untuk belajar tentang bagaimana makanan dan limbah tanaman dapat berubah menjadi sesuatu yang berguna, kotoran dapat digunakan kembali untuk memelihara bumi dan tanaman yang baru tumbuh. Mereka juga belajar tentang ilmu ekologi dan pengelolaan lingkungan melalui program ini. Anak-anak bisa belajar semua tentang siklus alam dan bagaimana daur ulang dapat menjadi hal terbaik untuk alam kita.
Guru dan orang tua menekankan pentingnya gerakan untuk perkembangan kognitif pada anak-anak. Kegiatan berkebun adalah aktifitas terbaik untuk perkembangan kognitif anak. Anak-anak bisa menjadi aktif di alam dan mereka membiarkan kreativitas dan energi mereka bebas karena mereka merencanakan sebuah taman yang indah. Gerakan kreatif adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilanfisik, energi, merangsang imajinasi dan meningkatkan kreativitas. Berkebun adalah skill yang sempurna untuk seorang anak memperoleh hidup yang aktif dan sehat.

Sabtu, 12 April 2014

Tips Mendidik Anak Agar Pintar di Sekolah

Memiliki anak yang pintar disekolah pasti idaman semua orang tua.Anak yang cerdas dan pintar disekolah bukan datang dengan serta merta, perlu pendekatan khusus dan waktu luang orang tua untuk mendampinginya belajar.Untuk itu, tentu saja orang tua harus rela berkorban untuk meluangkan waktu bagi anak.Jadi tak cukup hanya mendapat bimbingan guru disekolah/les saja, peran orang tua dirumah juga sangat penting bagi perkembangan belajarnya.

Berikut beberapa tips untuk mendidik anak agar pintar disekolah
1.Jangan dipaksa
Biarkan anak berkembang dan berikanlah ia waktu.Jangan suka memaksa atau memberi target kepada anak.Anda hanya bisa memberi dorongan untuk menjadi lebih baik.Berikan reward jika anak sukses dalam ujian misalnya, asalkan rewardnya yang positif dan menunjang mereka.Jangan pula menakuti, misalnya "Awas jika kamu tidak masuk sepuluh besar".Bentuk menakuti anak seperti itu bukannya akan mendorong anak menjadi pintar, justru ia akan menjadi was-was dan kesulitan memecahkan soal saat ujian.

2.jangan ajari mencontek
Jika anak bertanya langsung apa jawaban suatu soal PR, jangan serta merta diberi tahu jawabannya secara langsung.Berikan ia minat belajar dengan cara menyuruhnya kembali untuk membaca materi pelajarannya.Jika itu soal hitung-hitungan,berikan cara yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal dengan contoh soal yang lain.Langsung memberitahu jawabanya sama artinya mengajari anak untuk mencontek, sehingga ia sulit akan berkembang.

3.Ajarkan hal hal baru
Jika anak anda pulang sekolah membawa hal hal baru, maka anda sebagai orang tua harus bisa mengajarkan tentang hal baru tersebut.Untuk itu orang tua juga harus rela mencari pengetahuan yang benar untuk kemudian diajarkan kembali kepada anak.

4.Dampingi anak belajar
Mendampingi anak belajar bukan berarti ikut mengerjakan soal PR si anak.Anak usia dini hanya butuh arahan dan dorongan dari orang tuanya, seperti bagaimana cara menyelesaikan soal yang benar.Bantulah memecahkan masalah mengenai soal pelajaran mereka, jika memang anak betul-betul tak mampu menyelesaikannya.

5.Kenali kemampuan anak
Setiap anak memiliki daya tangkap yang berbeda, ada yang lebih cepat memahami sesuatu dan ada juga yang lebih lambat.Untuk itu jangan suka membandingkan anak anda dengan anak lain, hal ini akan membangun sifat minder dan mudah menyerah.Kenali kemampuan anak anda, berikan dorongan sesuai kemampuannya daripada membandingkannya dengan si ini atau si itu.

6.Ingatkan
Biasanya anak menyukai sesuatu yang lebih menarik misalnya bermain game atau nonton televisi, sehingga seringkali lupa jika ada PR atau waktunya belajar.Jika waktunya belajar, ingatkan dia jika sudah waktunya belajar.Namun jangan membentak jika agak membandel, perlu kesabaran untuk membujuknya baik-baik.Suka membentak anak untuk memaksa nya berlajar bukanlah hal baik, sebab akan mempengaruhi suasana hatinya ketika belajar.Jika suasana hatinya tidak baik, walau mau belajarpun dia tidak akan bisa fokus dan konsentrasi.Ini berkaitan dengan cara mendidik kedisiplinan  anak.

7.Buat dia bisa konsentrasi
Ciptakan suasana yang kondusif dan tenang saat ia belajar.Jauhkan dari suasana yang gaduh dan matikan televisi.Orang tua harus rela melewatkan sinetron kesayangannya saat ia belajar, jika ingin anaknya pintar disekolah.

8.Buat ia nyaman dan menyukai belajar dengan anda sebagai orang tuanya
Beri ia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, dengan menumbuhkan motivasi.Misalnya jika anak mendapat nilai buruk, jangan serta merta anda memarahinya.Anak bisa bosan dan takut ketika ia akan belajar dirumah dengan anda.Kasih dukungan dan arahan agar anak bisa berkembang, dengan memberinya kesempatan untuk memperbaiki atau mempelajari kesalahannya.Jika anda suka kasar dalam mendidiknya, memarahinya bisa bahaya karena anak bisa kehilangan minat dalam pendidikannya.

dengan adanya tipe-tipe ini anda sbagai orangtua bisa mencobanya kepada anaknya.  agar anak anda menjadi pintar sesuai dengan keinginan anda.

Selasa, 11 Februari 2014

Melatih Anak Puasa Ramadhan Sejak Dini

Melatih anak puasa, sebagai pendidikan kedisiplinan dan keagamaan di dalam lingkup keluarga. Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar baik dari perilaku maupun bimbingan orangtua. Anak merupakan penerus bagi kehidupan bangsa. Pendidikan akhlak dan karakter anak sebaiknya mulai distimulasi sejak dini oleh orangtua.

Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh keutamaan bagi umat Islam di dunia, bisa dijadikan moment yang tepat untuk pendidikan disiplin dan akhlak anak sejak dini. Kebetulan kita tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, sehingga bulan Ramadhan akan benar-benar terasa kekhusyu’an umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Dengan didukung oleh lingkungan masyarakat yang sedang gencar melakukan ibadah, orangtua bisa menerapkan pendidikan akhlak dan agama di dalam lingkup rumah. Menanamkan kesadaran anak puasa ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Mendisiplinkan anak puasa sejak dini bukanlah sebuah kekerasan

Ini merupakan pelajaran kedisiplinan tentang nilai-nilai keagamaan. Melatih anak puasa Ramadhan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan di dalam Islam sendiri telah disabdakan oleh Rasul-Nya: “Tidak ada kewajiban syar’i bagi anak-anak yang belum baligh”. Selain itu dalam melatih anak puasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka. Telah jelas bahwa Islam sendiri tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. Jadi orangtua akan memberikan motivasi kepada anak-anak dalam cara mendisiplinkan mereka seperti halnya melatih dalam melatih anak puasa Ramadhan.
Mumpung juga sedang dalam bulan Ramadhan, dimana sekolah-sekolah akan mendukung keberadaan bulan penuh berkah ini, jadi anak-anak biasanya juga akan termotivasi dari Guru mereka di sekolah maupun dari teman bermain atau teman sekolahnya. Mereka akan dengan senang hati menjalankan ibadah puasa ini bersama-sama.

Apakah anak balita juga sudah perlu dilatih untuk berpuasa?

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita-pun juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya. Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja.
Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00,  Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00. Tentunya saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Setelah acara sarapan yang tertunda, ajak balita Anda untuk melanjutkan puasanya dengan memperbolehkannya makan lagi pada pukul 15.00, kemudian dilanjutkan lagi hingga magrib, dan melakukan buka bersama. Jika balita Anda masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, balita Anda mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar mereka. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang. Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu dhuhur dengan sebutan ‘puasa dhuhur’ hanya untuk memotivasi anak agar mampu melakukan yang terbaik yang mereka mampu.
Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas. Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai ‘ngabuburit’.
Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi pemalas. Puasa bukan untuk bermalas-malasan. ajarkan saja mereka untuk belajar mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid atau mushola untuk mengaji bersama. Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif.

Setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh sebaiknya batasi kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk ngabuburit.

Sumber : http://id.theasianparent.com/melatih-anak-puasa-ramadhan/

Jumat, 07 Februari 2014

Cara Mengasah Perkembangan Berpikir Balita

Agar si kecil bisa belajar bernalar sedini mungkin, rancanglah berbagai kegiatan baginya. Perhatikan dengan cermat tahapan perkembangan kognitifnya.

Apakah Anda seperti Jenny yang selalu kesal jika Adri, putranya, membuka-buka isi tas tangannya dan mengeluarkan semua benda di dalamnya?

Tapi, tunggu dulu. Tidakkah Anda ingin tahu mengapa si kecil melakukan itu? Jangan remehkan anak, meski masih kecil, pikirannya berproses.

Upaya si kecil mengasah kemampuan kognitifnya, bisa jadi, membuat Anda kesal karena rumah jadi berantakan atau Anda cemas karena ia mengutak-utik benda berbahaya. Tapi, tak perlu buru-buru melarang si kecil. Apa yang dilakukannya itu mengasah pikirannya, menjadikannya lebih pintar.

Belajar berpikir bersama orang sekitar

Begitu lahir anak melakukan interaksi dengan lingkungannya. Ketika ia menangis, ibu menghampiri untuk melihat apakah popoknya basah, dan kemudian menggantinya. Dari interaksi ini anak mulai paham bahwa ia dapat melakukan sesuatu untuk memperoleh yang diinginkannya.

Meski periode pacu tumbuh otak ( brain growth spurt ) anak dimulai sejak berusia 3 bulan dalam rahim ibu namun, setelah lahir, aktivitas berpikir ini merupakan proses sosial. Jadi anak belajar berpikir bersama orang-orang di sekitarnya.

Kemampuan kognitif adalah proses kegiatan akal budi untuk mengetahui sesuatu. Proses berpikir anak terjadi ketika ia gembira, ketika mengenali wajah ibu atau ayahnya, atau ketika ia bisa menuangkan apa yang dilihatnya dalam dunia nyata ke dalam gambar.
Yang jelas, dengan memahami cara manusia bernalar, Anda juga dapat merancang kegiatan apa yang sesuai bagi si kecil sesuai usianya ( Lihat boks: Tahap Perkembangan Logika Balita ).

Daya nalar berkembang

Pernahkah Anda melihat si satu tahun asyik meneliti mainan yang dipegangnya? Selama berapa lama ia seperti tak bisa lepas dari benda itu. Memang, sebuah proses berpikir tengah terjadi di benaknya.

Jean Piaget , [J1] pakar psikologi perkembangan dari Swiss, mengungkap bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungannya, sebagai berikut.

• Usia 0 – 4 bulan

Bayi memiliki gerak refleks. Dengan bertambahnya usianya dan perkembangan keterampilan fisik dan emosi-sosialnya, refleks perlahan digantikan gerak yang merupakan hasil dari proses berpikir anak. Gerakan ini semakin kompleks dari hari ke hari. Si kecil tahu ia melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Ketika Anda memberikan puting susu, misalnya, ia membuka mulutnya sesuai ukuran puting.

• Usia 4 – 8 bulan

Bayi mulai memahami “sebab-akibat”. Ia, misalnya, akan tertawa-tawa senang ketika Anda menggodanya.

• Usia 8 – 12 bulan

Bayi mulai suka membuang-buang mainannya karena tahu Anda akan segera mengambilkannya. Ia sedang mengeksplorasi lingkungannya untuk mengetahui bagaimana benda yang dibuangnya bisa kembali kepadanya. Jika tak membahayakan, tak perlu melarang segala tingkahnya.

• Mulai usia 12 bulan

Sejak ulang tahunnya yang pertama, ia mulai bisa mengenali sebuah benda meski benda itu tak lagi ada di hadapannya.. Ia juga mulai mengenali benda yang tidak kongkret. Pada akhir tahap sensor motorik ini, keterampilan berbahasa si kecil mulai tampak. Ia bisa melakukan komunikasi. Dengan mengajaknya bercakap dan mengeksplorasi keterampilan bahasanya, anak semakin terampil menerima, menyimpan dan mengolah informasi yang diterimanya. Keterampilan ini merupakan aspek penting dalam berlogika
Rasa ingin tahu yang besar

Mulai umur dua tahun, perkembangan keterampilan motoriknya mendorong daya nalarnya berkembang lebih pesat lagi. Rasa ingin tahu akan dunia sekelilingnya meningkat. Dan, ia berusaha keras memenuhi keingintahuannya. Rangsang apa yang bisa Anda berikan?

* Beri anak rumah imajiner, yang terbuat dari dua kursi yang ditutupi

selimut. Ia bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermain dalam ‘rumah’nya itu.

* Mintalah kakak mengajak adik bermain boneka tangan bersama. Selain melatih imajinasi, keterampilan bahasa si kecil pun berkembang. Permainan pura-pura seperti ini membantu si kecil menarik benang merah antara dirinya dengan lingkungan sosial yang lebih luas. Di kemudian hari permainan ini membantu anak berani berpikir dengan perspektif berbeda.
Lewat pengalaman sehari-hari

Dunia sekitar masih menjadi objek eksplorasi yang sangat kaya bagi anak. Apa yang bisa Anda lakukan bersamanya?

* Tumbuhan, batu, binatang, angin atau udara bisa menjadi materi belajar yang mengasyikkan baginya. Ajaklah si kecil ke kebun di depan. Tunjukkan padanya bagaimana tumbuhan bertumbuh, terus berkembang hingga akhirnya berbunga dan berbuah. Mengenal proses hidup tumbuhan merangsang daya nalar anak akan siklus kehidupan dan membuatnya menghargai kehidupannya sendiri.

* Anak juga bisa belajar dari air. Ia dapat mengambil air dengan gelas lalu menuangnya ke gelas lain. Melalui kegiatan ini ia bisa paham bahwa bentuk air akan berubah bila diletakkan di sebuah bentuk yang berbeda. Ajaklah ia berdiskusi tentang hal itu.

* Bermusik juga bisa mengasah daya nalar anak. Lihat bagaimana ia menggerakkan tangan dan kakinya mengikuti irama. Dari sini dapat kita lihat bahwa pesan yang disampaikan telinganya diolah oleh pikirannya untuk kemudian menentukan gerakan mana yang sesuai dengan musik yang sedang terdengar. Ini adalah sebuah proses bernalar yang rumit.

* Kenalkan si kecil pada konsep matematika melalui berhitung. Ia senang bila berhasil membuat kategori. Ajaklah anak membuat pola, misalnya mengelompokkan piring dengan piring, gelas dengan gelas, atau membuat pengelompokan berdasarkan warna.

* D i usia lima tahun, ia bisa menggunakan bahasa bilangan, seperti mengenal konsep angka dengan menghitung jumlah barang yang ada di depannya. Ajaklah si kecil bermain tebakan dengan menggunakan konsep bilangan yang mulai dikuasainya itu. Ajaklah ia menyusun potongan-potongan puzzle menjadi sebuah bentuk sederhana. Kegiatan yang mengasah keterampilan kognitif ini memberinya rasa percaya diri jika ia berhasil menyelesaikannya.

Melihat begitu pesatnya perkembangan berpikir si kecil, Anda patut berbangga. Kebahagiaan Anda menemani si kecil menjalani masa emas periode tumbuh kembangnya mengantar si kecil bak ulat yang menjadi kupu-kupu untuk terbang ke angkasa!

Eleonora Bergita
 

Baby & Kids Corner Template by Ipietoon Cute Blog Design